Untuk Maya,
Aku ingin memberimu sesuatu yang muat lebih banyak daripada sekadar kartu. Jadi aku menuliskannya, satu bab demi satu bab, sesuai urutan kita menjalaninya.
Tiga tahun lalu aku belum tahu bahwa sebuah Selasa yang tenang bisa jadi hari yang kujadikan ukuran untuk segalanya. Kamu datang dengan payung pinjaman dan pendapat tentang kopi, dan entah bagaimana aku terus mendengarkan sejak saat itu.
Yang paling kusuka bukan momen-momen besarnya. Tapi caramu bersenandung saat memasak, catatan kecil yang kamu selipkan di saku mantelku, dan caramu membuat jalan yang biasa terasa menyimpan rahasia. Terima kasih sudah menjadikan kita sebuah rumah.
Bacalah pelan-pelan. Tidak perlu terburu-buru, dan masih ada sedikit penantian di bagian akhir.
Selalu milikmu,